Bermula Dari Yang Sedikit

“Sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit.” Pepatah ini sederhana tapi maknanya tak sesederhana apa yang kita pikirkan.

Berpikir Positif dan Jernih

Berpikir jernih kunci meraih kesuksesan bersosial masyarakat dan berketuhanan, sumber kedamaian untuk semua, dan sebagai kunci kesuksesan untuk meraih kemuliaan di dunia ini hingga di hari kemudian.

SYUKURI SETIAP SESI DARI EPISODE-EPISODE KEHIDUPAN INI.

Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh semangat dan antusias. “Tak ada yang meringankan hidup kita selain sikap bersyukur.”

Berpikir Positif dan Jernih

Berpikir jernih kunci meraih kesuksesan bersosial masyarakat dan berketuhanan, sumber kedamaian untuk semua, dan sebagai kunci kesuksesan untuk meraih kemuliaan di dunia ini hingga di hari kemudian.

Berpikir Positif dan Jernih

Berpikir jernih kunci meraih kesuksesan bersosial masyarakat dan berketuhanan, sumber kedamaian untuk semua, dan sebagai kunci kesuksesan untuk meraih kemuliaan di dunia ini hingga di hari kemudian.

Monday, October 2, 2017

PENGELUARAN RUTIN JADI SUMBER PENGHASILAN


MAU PENGELUARAN RUTIN JADI SUMBER PENGHASILAN?

Sudah terbukti lo cukup Transaksi pribadi aja pake paytren insya Allah jadi sumber rezeki.
Pendaftaran Paket Basic sih memang Rp.350rb, tapi yakin mahal?
πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰πŸ‘‰
Coba simak transaksi simple ketika menggunakan Paytren dgn asumsi :
Minggu ke 1πŸ‘‰ Isi pulsa 20 (20850) hemat Rp.1150+75 cashback.
Minggu ke 2πŸ‘‰ Isi pulsa 25 (25800) hemat Rp.1200+75 cashback.
Minggu ke 3πŸ‘‰ Isi pulsa 20 (20850) hemat Rp.1150+75 cashback.
Minggu ke 4πŸ‘‰ Isi pulsa 50 (50350) hemat Rp.1650+75 cashback. tentu Anda juga Bayar Listrik (hemat admin Rp.2500+400 cashback)
============πŸ’°πŸ’°πŸ’°============
1. 1225
2. 1275
3. 1225
4. 1725+2900(4625)
Total Rp.8350
8350 x 1 Tahun = 100.200
8350 x 10 Tahun = 1.002.000
8350 x .... Tahun = ?
Bisa Anda bayangkan jumlahnya sebab ini terus menerus seumur hidup bahkan diwariskan ke anak cucu kita?
πŸ”‚Sekali mendaftar berlaku seumur hidup.
πŸ”Kembali ke 350rb. Masih mahal?
πŸ”Tahun lalu kan Anda sudah saya ingatkan, sekarang sudah Tahun 2017, artinya 360 hari sudah dilalui.
πŸ”350rb/350hari=1000.
πŸ”Dengan kata lain Anda cukup membayar Rp.1000 setiap hari selama 350 hari, gak sampe setahun kan? πŸ˜€
~~πŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’ΈπŸ’Έ~~
πŸ‘‰Selain itu, Paytren masih menyimpan sejuta manfaat bagi penggunanya, antara lain:
πŸ’Έkomisi pengembangan Jaringan;
πŸ’Έkomisi penjualan lisensi;
πŸ’Έcashback transaksi pribadi;
πŸ’Έcashback transaksi pebisnis;
πŸ’Έcashback transaksi komunitas;
πŸ’Έcashback deposit;
πŸ’Έserta reward lain yang tidak bisa saya rincikan satu persatu.
🚷tentunya secara otomatis menghemat waktu dan πŸ’ͺtenaga
🌠FITUR PAYTREN antara lain:
Pulsa dan Voucher Games
TV Kabel
Finance
Token Listrik dan Pascabayar
Tiket Pesawat dan KAI
Program Umroh
BPJS Kesehatan
Belanja dan Buka Toko Online
Asuransi
Sedekah
Aqidah
Inspirasi Agama
dan masih banyak lagi.
Dan INGAT, terpenting Paytren adalah milik Indonesia (Ustadz Yusuf Mansur) artinya kita juga membantu perekonomian Indonesia,,,,

Info dan pendaftaran SAMSUN @JA

Lebih Dekat Tentang Aplikasi Paytren, Temukan Manfaatnya


PayTren

Assalamu’alaikum Warohmatullah Wabarokatuh. Allahumma sholli wasalim ‘ala sayyidina Muhamad wa’ala alih.
Sahabat pengunjung Blog Ana Syamsun yang berbahagia, semoga keberkahan hidup fidaroini untuk kita semua Aamiin..... Mungkin anda pernah mendengar kata PayTren sebelumnya namun belum mengerti apa itu PayTren. Jika anda menyimpan banyak pertanyaan tentang paytren, karena belum tahu sebelumnya dan belum ada teman atau sumber informasi yang menjelaskannya, maka melalui tulisan ini mungkin pertanyaan-pertanyaan dibenak anda akan terjawab.

 Apa itu PayTren ?
πŸ”΄ Aplikasi micropayment untuk pembayaran listrik, isi pulsa, beli tiket, bayar speedy, bpjs, belanja online, belanja di alfamart, kirim uang dll, yang bisa di install pada smartphone andarioid dan IOS.

 Apa keuntungan (benefit) menggunakan PayTren ?
πŸ”΄ Mudah, murah, hemat, dapat cashback, bernilai ibadah dan ada peluang bisnisnya.

 Bagaimana cara menjadi mitra PayTren ?
πŸ”΄ Mitra Pengguna :
Harga lisensi 50 rb (menu transaksi pulsa & voucher game).
πŸ”΄ Mitra Pebisnis + Pengguna : Harga lisensi paling murah 350 rb & paling mahal 10.1 juta (menu transaksi all payment).

 Apa kelebihan lain dari PayTren ?
πŸ”΄ Legalitas lengkap SIUPL tetap & setifikat APLI dll, sudah di miliki PayTren.
πŸ”΄ Owner insya Allah amanah yaitu Ustd. Yusuf Mansur pengasuh Pon. Pes Darul Qur'an.
πŸ”΄ Setiap transaksi di PayTren bernilai sedekah.
πŸ”΄ Memiliki komunitas positif yang menjunjung tinggi nilai-nilai dinul islam.
πŸ”΄Bisnis yang mengedapankan tali silaturrahim.

 Bagaimana cara mendapatkan uang di PayTren ?
Ada dua cara :
πŸ”΄ Uang KECIL, melayani pembayaran : listrik, leasing, bpjs, telpon, speedy, jual tiket pesawat dll. Anda dapat profit dari selisih harga jual & kulakan.
πŸ”΄ Uang BESAR, ikut menjual lisensi aplikasi PayTren ke banyak orang dg aneka fee marketing 75 rb/orang, 25 rb, 2 rb dst.

 Cara kerja PayTren ?
πŸ”΄ Install aplikasi PayTren di andarioid/IOS.  https://play.google.com/store/apps/details?id=com.treni.paytren
πŸ”΄ Beli kode lisensi/kode serial lewat orang yang menawarkan pada anda.
πŸ”΄ Gunakan aplikasi untuk memindahkan kebiasaan transaksi pribadi atau melayani umum untuk mendapatkan profit.
πŸ”΄ Referensikan ke banyak orang untuk menggunakan PayTren agar mendapatkan fee marketing yang besar.
πŸ”΄ Jika ingin bonus besar maka tugas anda adalah Memasyarakatkan PayTren dan mem-PayTren kan masyarakat.

Jika masih ada permasalahan di benak yang perlu ditanyakan silahkan bertanya VIA WA / SMS !
πŸ’Ύ Informasi detail PayTren : SAMSUN JUNI ANWAR



Friday, July 28, 2017

POLEMIK FULL DAY SCHOOL ANTARA IYA DAN TIDAK ?

Ramai sekali di perbincangkan di media Online Web, blog serta menjadi Viral di media sosial termasuk di facebook tentang kebijakan full day scool (sekolah 8 jam sehari serta pada hari Sabtu dan Minggu libur) oleh pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy yang diatur dalam permen  Nomor 23 Tahun 2017. meskipun presiden hendak membatalkan melalui perpres, ternyata banyak sekolah yang telah menjalankannya selain beberapa sekolah swasta yang telah lama menjalankannya. Seperti yang dimuat pada kumparan.com dengan tajuk "9.300 Sekolah Siap Menerapkan Full Day School, Lainnya Bertahap". Di sisi lain program yang diklaim sebagai pengembangan pendidikan karakter ini dianggap belum sesuai diterapkan dalam waktu dekat menurut beberapa elemen masyarakat dan ormas.

Menarik melihat di media sosial semisal kemarin Jumat 28 07 2017, tanpa sengaja melihat kiriman dari teman yang membagikan ulang postingan seseorang facebook. Di situ tampak begitu banyak like dan komentar pro dan kontra meskipun baru belum 24 jam tulisan di poskan. Hingga saat ini Sabtu 29 07 2017 mencapai 95 ribu like dan 21.296 komentar. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sangat responsif dengan kebijakan terkait dengan pendidikan, dan ini merupakan sebagai tanda positif kemajuan pendidikan di Indonesia.

Pro dan kontra dengan beragam alasan-alasan adalah hal yang terjadi secara alamiah. Namun dari kesemua polemik yang terjadi, pendapat yang mengedepankan kepentingan masyarakat Indonesia secara menyeluruh saya kira yang bisa diusung untuk dijadikan pertimbangan pemimpin dan yang lain mengikuti dan menyesuaikan, jika pendapat dirasa dipengaruhi oleh kepentingan pribadi atau kelompok kecil tertentu itu dirasa kurang bisa mewakili dan supaya ditahan dulu. Di sisi lain perlu adanya kebijakan khusus di daerah-daerah tertentu yang menjalankan pendidikan non formal Pondok Pesantren / Madin / Pendidikan Al-Qur’an Anak yang menjalankan kegiatannya di sore hari untuk memilih menerapkan / tidak program full day school. Karena mereka secara penuh telah terbukti menerapkan program pemerintah dalam hal pendidikan karakter. Hal semacam ini sebenarnya sederhana saja, jika masyarakat berpikir positif.

Pro dan kontra akan berlalu pada saatnya dan pendidikan akan terus berjalan, anggota masyarakat yang bijak adalah menghadapi perbedaan dengan penuh kedewasaan dan prasangka baik. Perubahan aktivitas karena pengaruh kebijakan, seiring bergantinya hari akan terbiasa, dan pengaturan waktu dalam berinteraksi sosial bisa disesuaikan. Semoga perubahan yang terjadi adalah merupakan dinamika di dunia pendidikan yang membawa ke arah kemajuan peradaban yang arif dan berwibawa di mata dunia.

Demikian, semoga tulisan ini bermanfaat...




© Ana Syamsun





Wednesday, July 5, 2017

KEKUATAN PIKRAN POSITF UNTUK PENYEMBUHAN DIRI DARI CENGKRAMAN PENYAKIT



Self-healing
(Penyembuhan diri)

Sebuah cerita yang saya dapat dari teman di WA semoga bermanfaat untuk kesehatan :


Kami sedang antri periksa kesehatan. Dokter yang kami kunjungi ini termasuk dokter sepuh –berusia sekitar tujuh puluhan- spesialis penyakit “Silakan duduk,” sambut dr.Paulus.
Aku duduk di depan meja kerjanya, mengamati pria sepuh berkacamata ini yang sedang sibuk menulis identitasku di kartu pasien.

“Apa yang dirasakan, Mas?”

Aku pun bercerita tentang apa yang kualami sejak 2013 hingga saat ini. Mulai dari awal merasakan sakit maag, peristiwa-peristiwa kram perut, ambruk berkali-kali, gejala dan vonis tipes, pengalaman opnam dan endoskopi, derita GERD, hingga tentang radang duodenum dan praktek tata pola makan Food Combining yang kulakoni.

“Kalau kram perutnya sudah enggak pernah lagi, Pak,” ungkapku, “Tapi sensasi panas di dada ini masih kerasa, panik juga cemas, mules, mual. Kalau telat makan, maag saya kambuh. Apalagi setelah beberapa bulan tata pola makan saya amburadul lagi.”

“Tapi buat puasa kuat ya?”

“Kuat, Pak.”

“Orang kalau kuat puasa, harusnya nggak bisa kena maag!”

Aku terbengong, menunggu penjelasan.

“Asam lambung itu,” terang Pak Paulus, “Diaktifkan oleh instruksi otak kita. Kalau otak kita bisa mengendalikan persepsi, maka asam lambung itu akan nurut sendiri. Dan itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang puasa.”

“Maksudnya, Pak?”

“Orang puasa ‘kan malamnya wajib niat to?”

“Njih, Pak.”

“Nah, niat itulah yang kemudian menjadi kontrol otak atas asam lambung. Ketika situ sudah bertekad kuat besok mau puasa, besok nggak makan sejak subuh sampai maghrib, itu membuat otak menginstruksikan kepada fisik biar kuat, asam lambung pun terkendali. Ya kalau sensasi lapar memang ada, namanya juga puasa. Tapi asam lambung tidak akan naik, apalagi sampai parah. Itu syaratnya kalau situ memang malamnya sudah niat mantap. Kalau cuma di mulut bilang mau puasa tapi hatinya nggak mantap, ya tetap nggak kuat. Makanya niat itu jadi kewajiban, ‘kan?”

“Iya, ya, Pak,” aku manggut-manggut nyengir.

“Manusia itu, Mas, secara ilmiah memang punya tenaga cadangan hingga enam puluh hari. Maksudnya, kalau orang sehat itu bisa tetap bertahan hidup tanpa makan dalam keadaan sadar selama dua bulan. Misalnya puasa dan buka-sahurnya cuma minum sedikit. Itu kuat. Asalkan tekadnya juga kuat.”

Aku melongo lagi.

“Makanya, dahulu raja-raja Jawa itu sebelum jadi raja, mereka tirakat dulu. Misalnya puasa empat puluh hari. Bukanya cuma minum air kali. Itu jaman dulu ya, waktu kalinya masih bersih. Hahaha,” ia tertawa ringan, menambah rona wajahnya yang memang kelihatan masih segar meski keriput penanda usia.

Kemudian ia mengambil sejilid buku di rak sebelah kanan meja kerjanya. Ya, ruang praktek dokter dengan rak buku. Keren sekali. Aku lupa judul dan penulisnya. Ia langsung membuka satu halaman dan menunjukiku beberapa baris kalimat yang sudah distabilo hijau.

“Coba baca, Mas: ‘mengatakan adalah mengundang, memikirkan adalah mengundang, meyakini adalah mengundang’. Jadi kalau situ memikirkan; ‘ah, kalau telat makan nanti asam lambung saya naik’, apalagi berulang-ulang mengatakan dan meyakininya, ya situ berarti mengundang penyakit itu. Maka benar kata orang-orang itu bahwa perkataan bisa jadi doa. Nabi Musa itu, kalau kerasa sakit, langsung mensugesti diri; ah sembuh. Ya sembuh. Orang-orang debus itu nggak merasa sakit saat diiris-iris kan karena sudah bisa mengendalikan pikirannya. Einstein yang nemuin bom atom itu konon cuma lima persen pendayagunaan otaknya. Jadi potensi otak itu luar biasa,” papar Pak Paulus.

“Jadi kalau jadwal makan sembarangan berarti sebenarnya nggak apa-apa ya, Pak?”

“Nah, itu lain lagi. Makan harus tetap teratur, ajeg, konsisten. Itu agar menjaga aktivitas asam lambung juga. Misalnya situ makan tiga kali sehari, maka jarak antara sarapan dan makan siang buatla sama dengan jarak antara makan siang dan makan malam. Misalnya, sarapan jam enam pagi, makan siang jam dua belas siang, makan malam jam enam petang. Kalau siang, misalnya jam sebelas situ rasanya nggak sempat makan siang jam dua belas, ya niatkan saja puasa sampai sore. Jangan mengundur makan siang ke jam dua misalnya, ganti aja dengan minum air putih yang banyak. Dengan pola yang teratur, maka organ di dalam tubuh pun kerjanya teratur. Nah, pola teratur itu sudah bisa dilakukan oleh orang-orang yang puasa dengan waktu buka dan sahurnya.”

“Ooo, gitu ya Pak,” sahutku baru menyadari.

“Tapi ya itu tadi. Yang lebih penting adalah pikiran situ, yakin nggak apa-apa, yakin sembuh. Allah sudah menciptakan tubu kita untuk menyembuhkan diri sendiri, ada mekanismenya, ada enzim yang bekerja di dalam tubuh untuk penyembuhan diri. Dan itu bisa diaktifkan secara optimal kalau pikiran kita optimis. Kalau situ cemas, takut, kuatir, justru imunitas situ turun dan rentan sakit juga.”

Pak Paulus mengambil beberapa jilid buku lagi, tentang ‘enzim kebahagiaan’ endorphin, tentang enzim peremajaan, dan beberapa tema psiko-medis lain tulisan dokter-dokter Jepang dan Mesir.

“Situ juga berkali-kali divonis tipes ya?”

“Iya, Pak.”

“Itu salah kaprah.”

“Maksudnya?”

“Sekali orang kena bakteri thypoid penyebab tipes, maka antibodi terhadap bakteri itu bisa bertahan dua tahun. Sehingga selama dua tahun itu mestinya orang tersebut nggak kena tipes lagi. Bagi orang yang fisiknya kuat, bisa sampai lima tahun. Walaupun memang dalam tes widal hasilnya positif, tapi itu bukan tipes. Jadi selama ini banyak yang salah kaprah, setahun sampai tipes dua kali, apalagi sampai opnam. Itu biar rumah sakitnya penuh saja. Kemungkinan hanya demam biasa.”

“Haah?”

“Iya Mas. Kalaupun tipes, nggak perlu dirawat di rumah sakit sebenarnya. Asalkan dia masih bisa minum, cukup istirahat di rumah dan minum obat tipes. Sembuh sudah. Dulu, pernah di RS Sardjito, saya anjurkan agar belasan pasien tipes yang nggak mampu, nggak punya asuransi, rawat jalan saja. Yang penting tetep konsumsi obat dari saya, minum yang banyak, dan tiap hari harus cek ke rumah sakit, biayanya gratis. Mereka nurut. Itu dalam waktu maksimal empat hari sudah pada sembuh. Sedangkan pasien yang dirawat inap, minimal baru bisa pulang setelah satu minggu, itupun masih lemas.”

“Tapi ‘kan pasien harus bedrest, Pak?”

“Ya ‘kan bisa di rumah.”

“Tapi kalau nggak pakai infus ‘kan lemes terus Pak?”

“Nah situ nggak yakin sih. Saya yakinkan pasien bahwa mereka bisa sembuh. Asalkan mau nurut dan berusaha seperti yang saya sarankan itu. Lagi-lagi saya bilang, kekuatan keyakinan itu luar biasa lho, Mas.”

Dahiku berkernyit. Menunggu lanjutan cerita.

“Dulu,” lanjut Pak Paulus, “Ada seorang wanita kena kanker payudara. Sebelah kanannya diangkat, dioperasi di Sardjito.
Nggak lama, ternyata payudara kirinya kena juga. Karena nggak segera lapor dan dapat penanganan, kankernya merembet ke paru-paru dan jantung. Medis di Sardjito angkat tangan.

Dia divonis punya harapan hidup maksimal hanya empat bulan.”

“Lalu, Pak?” tanyaku antusias.

“Lalu dia kesini ketemu saya. Bukan minta obat atau apa.
Dia cuma nanya; ‘Pak Paulus, saya sudah divonis maksimal empat bulan.

Kira-kira bisa nggak kalau diundur jadi enam bulan?’

Saya heran saat itu, saya tanya kenapa.

Dia bilang bahwa enam bulan lagi anak bungsunya mau nikah, jadi pengen ‘menangi’ momen itu.”

“Waah.. Lalu, Pak?”

“Ya saya jelaskan apa adanya. Bahwa vonis medis itu nggak seratus persen, walaupun prosentasenya sampai sembilan puluh sembilan persen,
tetap masih ada satu persen berupa kepasrahan kepada Tuhan yang bisa mengalahkan vonis medis sekalipun.
Maka saya bilang; sudah Bu, situ nggak usah mikir bakal mati empat bulan lagi.
Justru situ harus siap mental, bahwa hari ini atau besok situ siap mati.
Kapanpun mati, siap!
Begitu, situ pasrah kepada Tuhan, siap menghadap Tuhan kapanpun. Tapi harus tetap berusaha bertahan hidup.”

Aku tambah melongo. Tak menyangka ada nasehat macam itu.
Kukira ia akan memotivasi si ibu agar semangat untuk sembuh, malah disuruh siap mati kapanpun.
O iya, mules mual dan berbagai sensasi ketidaknyamanansudah tak kurasakan lagi.

“Dia mau nurut. Untuk menyiapkan mental siap mati kapanpun itu dia butuh waktu satu bulan.
Dia bilang sudah mantap, pasrah kepada Tuhan bahwa dia siap.
Dia nggak lagi mengkhawatirkan penyakit itu, sudah sangat enjoy.
Nah, saat itu saya cuma kasih satu macam obat. Itupun hanya obat anti mual biar dia tetap bisa makan dan punya energi untuk melawan kankernya.

Setelah hampir empat bulan, dia check-up lagi ke Sardjito dan di sana dokter yang meriksa geleng-geleng. Kankernya sudah berangsur-angsur hilang!”

“Orangnya masih hidup, Pak?”

“Masih. Dan itu kejadian empat belas tahun lalu.”

“Wah, wah, wah..”

“Kejadian itu juga yang menjadikan saya yakin ketika operasi jantung dulu.”

“Lhoh, njenengan pernah Pak?”

“Iya.
Dulu saya operasi bedah jantung di Jakarta. Pembuluhnya sudah rusak. Saya ditawari pasang ring.

Saya nggak mau. Akhirnya diambillah pembuluh dari kaki untuk dipasang di jantung.

Saat itu saya yakin betul sembuh cepat. Maka dalam waktu empat hari pasca operasi, saya sudah balik ke Jogja, bahkan dari bandara ke sini saya nyetir sendiri.
Padahal umumnya minimal dua minggu baru bisa pulang.
Orang yang masuk operasi yang sama bareng saya baru bisa pulang setelah dua bulan.”

Pak Paulus mengisahkan pengalamannya ini dengan mata berbinar. Semangatnya meluap-luap hingga menular ke pasiennya ini. Jujur saja, penjelasan yang ia paparkan meningkatkan harapan sembuhku dengan begitu drastis.

Persis ketika dua tahun lalu pada saat ngobrol dengan Bu Anung tentang pola makan dan kesehatan. Semangat menjadi kembali segar!

“Tapi ya nggak cuma pasrah terus nggak mau usaha.
Saya juga punya kenalan dokter,” lanjutnya,
“Dulu tugas di Bethesda, aslinya Jakarta, lalu pindah mukim di Tennessee, Amerika.

Di sana dia kena kanker stadium empat. Setelah divonis mati dua bulan lagi, dia akhirnya pasrah dan pasang mental siap mati kapanpun.

Hingga suatu hari dia jalan-jalan ke perpustakaan, dia baca-baca buku tentang Afrika.
Lalu muncul rasa penasaran, kira-kira gimana kasus kanker di Afrika.
Dia cari-cari referensi tentang itu, nggak ketemu. Akhirnya dia hubungi kawannya, seorang dokter di Afrika Tengah.

Kawannya itu nggak bisa jawab.
Lalu dihubungkan langsung ke kementerian kesehatan sana. Dari kementerian, dia dapat jawaban mengherankan, bahwa di sana nggak ada kasus kanker.
Nah dia pun kaget, tambah penasaran.”

Pak Paulus jeda sejenak. Aku masih menatapnya penuh penasaran juga, “Lanjut, Pak,” benakku.

“Beberapa hari kemudian dia berangkat ke Afrika Tengah.
Di sana dia meneliti kebiasaan hidup orang-orang pribumi. Apa yang dia temukan?
Orang-orang di sana makannya sangat sehat.
Yaitu sayur-sayuran mentah, dilalap, nggak dimasak kayak kita.

Sepiring porsi makan itu tiga perempatnya sayuran, sisanya yang seperempat untuk menu karbohidrat. Selain itu, sayur yang dimakan ditanam dengan media yang organik. Pupuknya organik pake kotoran hewan dan sisa-sisa tumbuhan.

Jadi ya betul-betul sehat.
Nggak kayak kita, sudah pupuknya pakai yang berbahaya, eh pakai dimasak pula. Serba salah kita.

Bahkan beras merah dan hitam yang sehat-sehat itu, kita nggak mau makan.
Malah kita jadikan pakan burung, ya jadinya burung itu yang sehat, kitanya sakit-sakitan.”

Keterangan ini mengingatkanku pada obrolan dengan Bu Anung tentang sayur mayur, menu makanan serasi, hingga beras sehat. Pas sekali.

“Nah dia yang awalnya hanya ingin tahu, akhirnya ikut-ikutan.

Dia tinggal di sana selama tiga mingguan dan menalani pola makan seperti orang-orang Afrika itu.”

“Hasilnya, Pak?”

“Setelah tiga minggu, dia kembali ke Tennessee.

Dia mulai menanam sayur mayur di lahan sempit dengan cara alami.
Lalu beberapa bulan kemudian dia check-up medis lagi untuk periksa kankernya,”

“Sembuh, Pak?”

“Ya! Pemeriksaan menunjukkan kankernya hilang.
Kondisi fisiknya berangsur-angsur membaik. Ini buki bahwa keyakinan yang kuat, kepasrahan kepada Tuhan, itu energi yang luar biasa.

Apalagi ditambah dengan usaha yang logis dan sesuai dengan fitrah tubuh.

Makanya situ nggak usah cemas, nggak usah takut..”

Takjub, tentu saja.

Pada momen ini Pak Paulus menghujaniku dengan pengalaman-pengalamannya di dunia kedokteran, tentang kisah-kisah para pasien yang punya optimisme dan pasien yang pesimis.

Aku jadi teringat kisah serupa yang menimpa alumni Madrasah Huffadh Al-Munawwir, pesantren tempatku belajar saat ini.

Singkatnya, santri ini mengidap tumor ganas yang bisa berpindah-pindah benjolannya.

Ia divonis dokter hanya mampu bertahan hidup dua bulan. Terkejut atas vonis ini, ia misuh-misuh di depan dokter saat itu.
Namun pada akhirnya ia mampu menerima kenyataan itu.

Ia pun bertekad menyongsong maut dengan percaya diri dan ibadah. Ia sowan ke Romo Kiai, menyampaikan maksudnya itu.

Kemudian oleh Romo Kiai, santri ini diijazahi (diberi rekomendasi amalan)
Riyadhoh Qur’an, yakni amalan membaca Al-Quran tanpa henti selama empat puluh hari penuh, kecuali untuk memenuhi hajat dan kewajiban primer.

Riyadhoh pun dimulai. Ia lalui hari-hari dengan membaca Al-Quran tanpa henti.

Persis di pojokan aula Madrasah Huffadh yang sekarang. Karena merasa begitu dingin, ia jadikan karpet sebagai selimut.

Hari ke tiga puluh, ia sering muntah-muntah, keringatnya pun sudah begitu bau.

Bacin, mirip bangkai tikus,kenang narasumber yang menceritakan kisah ini padaku. Hari ke tiga puluh lima, tubuhnya sudah nampak lebih segar, dan ajaibnya; benjolan tumornya sudah hilang.

Selepas rampung riyadhoh empat puluh hari itu, dia kembali periksa ke rumah sakit di mana ia divonis mati.

Pihak rumah sakit pun heran.
Penyakit pemuda itu sudah hilang, bersih, dan menunjukkan kondisi vital yang sangat sehat!

Aku pribadi sangat percaya bahwa gelombang yang diciptakan oleh ritual ibadah bisa mewujudkan energi positif bagi fisik.

Khususnya energi penyembuhan bagi mereka yang sakit.

Memang tidak mudah untuk sampai ke frekuensi itu, namun harus sering dilatih. Hal ini diiyakan oleh Pak Paulus.

“Untuk melatih pikiran biar bisa tenang itu cukup dengan pernapasan.

Situ tarik napas lewat hidung dalam-dalam selama lima detik, kemudian tahan selama tiga detik. Lalu hembuskan lewat mulut sampai tuntas. Lakukan tujuh kali setiap sebelum Shubuh dan sebelum Maghrib.

Itu sangat efektif. Kalau orang pencak, ditahannya bisa sampai tuuh detik.
Tapi kalau untuk kesehatan ya cukup tiga detik saja.”

Nah, anjuran yang ini sudah kupraktekkan sejak lama. Meskipun dengan tata laksana yang sedikit berbeda.

Terutama untuk mengatasi insomnia. Memang ampuh. Yakni metode empat-tujuh-delapan.

Ketika merasa susah tidur alias insomnia, itu pengaruh pikiran yang masih terganggu berbagai hal.

Maka pikiran perlu ditenangkan, yakni dengan pernapasan.
Tak perlu obat, bius, atau sejenisnya, murah meriah.

Pertama, tarik napas lewat hidung sampai detik ke empat, lalu tahan sampai detik ke tujuh, lalu hembuskan lewat mulut pada detik ke delapan. Ulangi sebanyak empat sampai lima kali.

Memang iya mata kita tidak langsung terpejam ngantuk, tapi pikiran menadi rileks dan beberapa menit kemudian tanpa terasa kita sudah terlelap.
Awalnya aku juga agak ragu, tapi begitu kucoba, ternyata memang ampuh. Bahkan bagi yang mengalami insomnia sebab rindu akut sekalipun.

“Gelombang yang dikeluarkan oleh otak itu punya energi sendiri, dan itu bergantung dari seberapa yakin tekad kita dan seberapa kuat konsentrasi kita,” terangnya,

“Jadi kalau situ sholat dua menit saja dengan khusyuk, itu sinyalnya lebih bagus ketimbang situ sholat sejam tapi pikiran situ kemana-mana, hehehe.”

Duh, terang saja aku tersindir di kalimat ini.

“Termasuk dalam hal ini adalah keampuhan sholat malam.

Sholat tahajud. Itu ketika kamu baru bangun di akhir malam, gelombang otak itu pada frekuensi Alpha. Jauh lebih kuat daripada gelombang Beta yang teradi pada waktu Isya atau Shubuh.
Jadi ya logis saja kalau doa di saat tahajud itu begitu cepat ‘naik’ dan terkabul. Apa yang diminta, itulah yang diundang.
Ketika tekad situ begitu kuat, ditambah lagi gelombang otak yang lagi kuat-kuatnya, maka sangat besar potensi terwujud doa-doa situ.”

Tak kusangka Pak Paulus bakal menyinggung perihal sholat segala.  Aku pun ternganga. Ia menunjukkan sampul buku tentang ‘enzim panjang umur’.

“Tubuh kita ini, Mas, diberi kemampuan oleh Allah untuk meregenerasi sel-sel yang rusak dengan bantuan enzim tertentu, populer disebut dengan enzim panjang umur.  Secara berkala sel-sel baru terbentuk, dan yang lama dibuang.
Ketika pikiran kita positif untuk sembuh, maka yang dibuang pun sel-sel yang terkena penyakit.

Menurut penelitian, enzim ini bisa bekerja dengan baik bagi mereka yang sering merasakan lapar dalam tiga sampai empat hari sekali.”

Pak Paulus menatapku, seakan mengharapkan agar aku menyimpulkan sendiri.

“Puasa?”
“Ya!”
“Senin-Kamis?”

“Tepat sekali! Ketika puasa itu regenerasi sel berlangsung dengan optimal.

Makanya orang puasa sebulan itu juga harusnya bisa jadi detoksifikasi yang ampuh terhadap berbagai penyakit.”

Lagi-lagi,aku manggut-manggut.

Tak asing dengan teori ini.

“Pokoknya situ harus merangsang tubuh agar bisa menyembuhkan diri sendiri.

Jangan ketergantungan dengan obat. Suplemen yang nggak perlu-perlu amat,nggak usahlah. Minum yang banyak, sehari dua liter, bisa lebih kalau situ banyak berkeringat, ya tergantung kebutuhan.

Tertawalah yang lepas, bergembira, nonton film lucu tiap hari juga bisa merangsang produksi endorphin, hormon kebahagiaan. Itu akan sangat mempercepat kesembuhan.

Penyakit apapun itu! Situ punya radang usus kalau cemas dan khawatir terus ya susah sembuhnya.

Termasuk asam lambung yang sering kerasa panas di dada itu.”

Terus kusimak baik-baik anjurannya sambil mengelus perut yang tak lagi terasa begah. Aneh.

“Tentu saja seperti yang saya sarankan, situ harus teratur makan, biar asam lambung bisa teratur juga.

Bangun tidur minum air hangat dua gelas sebelum diasupi yang lain.

Ini saya kasih vitamin saja buat situ, sehari minum satu saja. Tapi ingat, yang paling utama adalah kemantapan hati, yakin, bahwa situ nggak apa-apa. Sembuh!”

Begitulah. Perkiraanku yang tadinya bakal disangoni berbagai macam jenis obat pun keliru.

Hanya dua puluh rangkai kaplet vitamin biasa, Obivit, suplemen makanan yang tak ada ?;kaitannya dengan asam lambung apalagi GERD.

Hampir satu jam kami ngobrol di ruang praktek itu, tentu saja ini pengalaman yang tak biasa. Seperti konsultasi dokter pribadi saja rasanya.

Padahal saat keluar, kulihat masih ada dua pasien lagi yang kelihatannya sudah begitu jengah menunggu.

“Yang penting pikiran situ dikendalikan, tenang dan berbahagia saja ya,” ucap Pak Paulus sambil menyalamiku ketika hendak pamit.

Dan jujur saja, aku pulang dalam keadaan bugar, sama sekali tak merasa mual, mules, dan saudara-saudaranya.

Terima kasih Pak Paulus.

Kadipiro Yogyakarta, 2016

Dari wordpress GUBUGREOT

Thursday, August 4, 2016

TIPS PENJAGAAN RUANGAN DARI VIRUS DAN BAKTERI


Ana dapat dari share teman-teman di group WA, saya share di blog Ana Syamsun karena kami nilai bisa bermanfaat bagi sahabat yang lain secara luas.
Berikut Tips Nya :

JANGAN SIMPAN BAWANG MERAH YANG SUDAH DIKUPAS, "kecuali anda berencana untuk tidak mengkonsumsinya setelah dikupas"


Saat epidemi influenza merebak di banyak tempat di dunia, seorang dokter memperhatikan "ada keluarga yang sama sekali tak tersentuh oleh demam influenza itu".
Ketika ia mengunjunginya, ia mendapati bahwa keluarga ini tiap hari menaruh bawang merah yang telah dikupas di piring dan meletakkannya di setiap kamar di rumah itu.

Ketika ia mengambil salah satu piring dengan metoda bakteriologis yang semestinya, ia mendapati seluruh permukaan bawang itu penuh virus influenza yang sudah inaktif.
Bawang merah itu memfokuskan virus ke dalam dirinya, lalu membunuhnya.
Bukan hanya virus saja, tapi juga bakteri, semuanya terkumpul di situ dalam keadaan sudah inaktif atau mati.


Beberapa toko yang memasang bawang merah di sekitar tokonya juga terbebas dari serangan epidemi dan mendapati karyawannya lebih sehat.
Jadi, tempatkanlah beberapa butir bawang merah yang telah dikupas dalam sebuah mangkuk, tempatkan di kamar tidur dan ruang keluarga, ganti setiap hari, maka anda akan terbebas dari virus dan bakteri.
Tapi jadi boros ya! (Dripda kedokter?)

Seorang penderita radang paru berat (pneumonia) menjalani perawatan bawang merah sebagai berikut:


Ambil sebutir bawang merah, iris kedua ujungnya. Salah satu ujungnya dicocok dengan garpu, lalu tangkai garpu dimasukkan sebuah botol agar dapat berdiri. Taruh di samping ranjang penderita semalaman suntuk, paginya bawang merah berubah jadi kehitaman karena penuh kuman.
Buang itu, ganti dengan yang baru.
Penderita lebih cepat sembuh.


Apa efek dari semuanya ini? Bawang merah mentah yang telah dikupas adalah magnet kuat bagi kuman, jadi jangan menyimpan bawang merah mentah yang sudah dikupas,
walaupun dalam lemari es, sebab itu sama dengan anda menyimpan kuman dalam lemari es anda.

Begitu pula kentang mentah, setelah diiris atau dikupas mudah sekali dimasuki kuman.

Karena itu sebaiknya mengupas bawang merah mentah hanya jika langsung hendak dimasak, jangan untuk persediaan.

"

Info ini SEMOGA BERMANFAAT"

Tuesday, May 24, 2016

Tips Mengatasi Iritasi atau Gata-Gatal pada Kulit Bayi

Merawat anak ketika masih kecil itu senang-senang susah, senangnya karena bahagia dikaruniai sang buah hati susahnya kadang kala kita mengalami sesuatu yang  baru bagi kita karena sebelumnya belum pernah tahu, meskipun hal tersebut adalah hal yang biasa terjadi pada si kecil.  kadang kala sikecil mengalami kulit yang memerah pada bagian lekukan-lekukan tubuh, seperti lekukan di leher, di selakangan dan lekukan disekitar tangan dan kaki, memerahnya kadang seperti akan mengelupas bagian yang merah itu. itu terjadi karena keringat yang tercampur dengan bedak yang tergesek-gesek kulit sama kulit sehingga terjadi iritasi istiah jawa belaken. Kadang kala dialami sikecil juga tiba-tiba dikulit timbul bintik-bintik kecil yang kemudian memerah. nah jika mengalami hal tersebut segera lakukan tindakan pencegahan yang tepat secara alami agar penyakit tidak berlanjut.

Nah berikut saya tuliskan tips mengatasi iritasi atau gata-gatal pada kulit bayi berdasarkan apa yang pernah kami alami. Pertama-tama kita sebagai orang tua jangan panik ketika mengalami hal tersebut, kalau kita panik kadang apa yang kita lakukan adalah hal yang tidak seharusnya atau tidak tepat. Siapkan beberapa  lembar daun sirih, anda pasti bertanya untuk apa daun sirih ? daun sirih ini untuk dibuat anti kuman pada kulit bayi yang dipakai saat memandikan si kecil.

Adapun caranya:
1. Ambil 7 lembar daun sirih
2. Cuci daun sirih hingga bersih
3. Rebus daun sirih dengan 2 liter air sampai mendidih agak lama.
4. Campurkan air rebusan daun sirih dengan air bersih ditempan mandi si kecil sehingga kita dapati air hangat dari campuran rebusan daun sirih tersebut.
5. Air siap digunakan untuk memeandikan sikecil diupayakan tanpa menggunakan sabun dahulu.
6. Lakukan hal ini pagi dan sore hingga beberapa hari sehingga kulit bayi normal kembali.
7. Setelah sembuh mandi rebusan daun suruh ini bisa dilakukan seminggu sekali atau seperlunya untuk menjaga kesehatan kulit bayi.

Agak ribet tami ini demi sibuah hati tercinta, insyaallah mudah.....


Demikian tips berdasarkan apa yang saya alami dan Alhamdulillh hasilnya sangat efektif, jika usaha herbal alami ini sudah anda lakukan tapi tidak kunjuk membaik, maka sebaiknya anda memeriksakan kedokter.

Friday, March 27, 2015

Gif Lucu : Animasi Gambar Matahari, Awan dan Bunga dengan Format Gif




PAGI YANG CERAH
Matahari, Awan, Burung, dan Bunga pagi itu mereka berjumpa dan saling menyapa. Kita simak apa yang mereka bicarakan.

Matahari      : Selamat pagi semua....! kalian terlihat bahagia apa gerangan yang membuat kalian begitu ceria pagi ini?
Awan           : Aku bahagia karena kau adalah temanku yang setia, datang selalu tepat waktu, sedikitpun kau tak pernah telat, tidak seperti aku kedatanganku tidak bisa dipastikan.
Burung        : Wahai matahari aku bahagia karena kau menghangatkan tubuh mungilku ini, engkau juga membuat perjalananku lancar karena engkau tak bosan pancarkan cahayamu.
Bunga          : Kau selalu tersenyum pada kami....!  Lihatlah...! kau buat kami tampak indah karena sinarmu.
Matahari      : Waduh-waduh .... kenapa semua jadi memujiku. Aku tercipta ya begini ini..... bersyukurlah pada penciptaku pencipta kita semua.


Mereka bercengkrama bahagia setiap hari dan senantiasa bertasbih mensucikan tuhannya.

super cerpen - ana syamsun




Wednesday, December 24, 2014

MOTIVASI : MENJADI SUKSES DAN DICINTAI


Jadikan apa yang anda PIKIRKAN adalah suatu kebaikan, sehingga terlahir apa yang anda LAKUKAN adalah suatu kebaikan pula. Apabila apa yang anda lakukan adalah kebaikan anda akan TERBIASA dengan KEBAIKAN-KEBAIKAN itu, Siapa yang berteman dengan kebaikan maka yang datang adalah nasib baik.

Kebaikan-kebaikan adalah jalan menuju kesuksesan, karena kesuksesan seseorang bukan karena lantaran menipu, mencuri atau berbuat curang. Kesuksesan seseorang karena perbuatan baik yaitu “kejujuran, kesabaran, ketekunan, dan ilmu”. Perbuatan baik adalah kawan kesuksesan yang sempurna. Orang yang terlihat sukses tetapi berkawan dengan keburukan-keburukan, dia sebenarnya adalah bukan orang yang sukses, karena di sana-sini akan di benci orang, dicemooh lantaran perbuatan buruknya, lalu apa guna harta berlimpah jika sudah tidak dihormati dan dihargai orang? maka kesuksesan semacam itu adalah kesuksesan yang semu.


Awali dengan berpikir yang baik-baik, lalu semangatlah untuk melakukan yang baik-baik, dengan berjalannya waktu kamu akan menjadi seorang yang sukses dan dicintai. 

motivasi - membangun karakter

Tuesday, December 9, 2014

KUNCI KEKAYAAN YANG TAK TERHINGGA, TIPS KAYA TANPA AKAN MENGALAMI KEBANGKRUTAN.


Jika membaca judul tulisan ini sekilas akan mengundang ketertarikan bagi orang-orang yang dirinya ingin menjadi kaya, yaitu kaya dengan sesuatu harta benda dunia yang semua serba melimpah dan tidak pernah akan habis. Jika yang kita inginkan seperti itu kita di sini malah akan terjebak dalam kemiskinan seumur hidup kita, karena kita akan selalu kurang dengan apa yang kita miliki (tamak/rakus), dan tidak pernah merasa cukup dengan apa yang kita miliki (miskin hati).

Pembahasan ini  adalah suat hal yang lebih tinggi besar dan penting dari itu, karena membahas masalah hakikat orang-orang yang benar-benar kaya lahir dan batin. Kalimat utama dalam penulisan artikel ini yang perlu untuk selalu di ingat adalah : “SYUKURI SETIAP SESI DARI EPISODE-EPISODE KEHIDUPAN INI.” Ini adalah kunci kekayaan yang tak terhingga, tips kaya tanpa akan mengalami kebangkrutan. Kenapa demikian banyak bukti yang menguatkan akan hal itu. Karena banyak orang yang kita lihat dia adalah orang yang kaya namun di merasa kurang dengan apa yang dimiliki dan sangat sayang sekali jika kehilangan hartanya, sehingga hatinya gelisah dan menderita karenanya. Kekayaan fisik yang dimiliki tak dilengkapi dengan kekayaan rasa dalam hati untuk senantiasa bersyukur dan senang berbagi. Ketahuilah bahwa kita diwajibkan untuk mensyukuri apa pun yang menimpa kita. Ini bukan masalah keberuntungan. Bersyukur menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin mengatakan bahwa kita tidak realistis. Namun, sebenarnya sikap kita jauh lebih realistis, yaitu membebaskan diri kita dari kecemasan, kegelisahan atas kesalahan.

Bersyukur mendorong kita untuk bergerak maju dengan penuh semangat dan antusias. “Tak ada yang meringankan hidup kita selain sikap bersyukur.” Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin banyak kita mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri kita. Kebanyakan orang lebih terpaku pada kegagalan dari setiap usaha yang dilakukan lalu mengingkarinya dan sangat sedikit sekali yang melihat pada keberhasilan lalu mensyukurinya. Karena, kita takkan pernah berhasil dengan menggerutu dan berkeluh kesah. Kita berhasil karena berusaha. Sedangkan usaha kita lakukan karena kita melihat sisi positif. Hanya dengan bersyukurlah sisi positif itu tampak di pandangan kita. Inilah kaya yang sesungguhnya yaitu kaya hati yang hakiki.


Bersyukurlah dan jangan mudah mengeluh. Salam sukses selalu hari-hari anda dengan hati yang bersyukur.

taman hati - anasyamsun