Sunday, March 9, 2014

TIDUR SIANG TERBUKTI MENYIMPAN SE-GUDANG MANFAAT

Dunia masa kini adalah dunia kerja, yaitu hari-hari orang-orang yang dipenuhi atau padat dengan pekerjaan-pekerjaan yang bermacam-macam yang merupakan satu keharusan serta tuntutan.  Sungguh hari-hari yang melelahkan karena setiap harinya kita dituntut untuk melakukan pekerjaan yang sama secara berulang-ulang dengan lama waktu yang cukup panjang.
Belum lagi kalau ada jam lebur atau pekerjaan lembur, walaupun penghasilan bertambah tetapi kita tidak merasa jam istirahat kita terkurangi yang nantinya akan mempengaruhi terhadap metabolisme serta kesehatan tubuh kita.

Di Indonesia untuk karyawan yang bekerja 6 hari dalam seminggu dan libur setiap hari Minggu, jam kerjanya adalah 7 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 Minggu-nya. Jika dalam 1 hari seseorang mulai kerja pukul 08.00  dia akan selesai kerja pukul 16.00 atau jam 4 sore karena dipotong 1 jam untuk istirahat saing yaitu untuk makan siang, mandi dan ibadah.

Sedangkan untuk karyawan dengan 5 hari kerja dalam 1 Minggu, kewajiban bekerja mereka 8 jam dalam 1 hari dan 40 jam dalam 1 Minggunya. Jika dalam 1 hari seseorang mulai kerja pukul 08.00  dia akan selesai kerja pukul 17.00 atau jam 5 sore karena dipotong 1 jam untuk istirahat saing, yaitu untuk makan siang, mandi dan ibadah.

Dua model durasi kerja tersebut sama jumlah hitungan waktunya jika dikumpulkan dalam seminggu yaitu 40 jam. 40 Jam dalam seminggu bukanlah waktu yang pendek mengingat 24 jam yang kita miliki dalam sehari semalam telah terpotong untuk tidur malam sekitar 7 s/d 8 jam. Jika 8 jam untuk kerja 8 jam untuk tidur malam jadi sisa waktu kita tinggal 8 jam. 8 jam tersisa untuk untuk istirahat siang dan aktivitas rumah yang isinya kadang-kadang juga sebagian untuk persiapan kerja.

Dalam hal ini akan diulas masalah seberapa efektivitas istirahat siang anda ? Memang kalau didengar ini adalah hal yang sepele dan biasa. Anggapan orang tentang ha ini dengan hal yang biasa maksudnya mereka mengira ini bukan hal yang harus dan penting. Oleh karenanya kebanyakan orang jarang melakukannya, kebanyakan lebih cenderung menyepelekan, malahan ada yang terpaku dengan pekerjaannya.

Apa yang dilakukan orang dengan istirahat siang? Untuk hal ini tentunya memiliki jawaban yang relatif, karena setiap individu memiliki pekerjaan berbeda-beda dan kebiasaan berbeda pula. Ada yang mengisinya dengan duduk-duduk santai saja, ada yang tetap beraktivitas, ada yang tetap bekerja karena tidak ada waktu istirahat siang, ada pula yang menyempatkan untuk tidur siang. Dalam pembahasan ini istirahat siang kita fokuskan pada sebuah aktivitas tidur siang / tidur siang sebentar sekitar 30 / 60 menit antara pukul 12.00 – 13.00 atau 13.30 – 14.30 WIB atau 30 menit sebelum jam 12.00 WIB.

Tahukah anda dari apa yang dilakukan orang-orang di kala waktu istirahat siang ini memiliki efek yang berbeda-beda dari segi psikis dan kesehatan fisik ?
Bagi yang tidak menggunakan waktu istirahat siangnya dengan tidur siang berdasar peneleitian David F.Dinger dan Roger J.Broughton dalam bukunya, sleep and alertness: chronological, behavioral and medical aspect of napping sepakat bahwa penelitian yang mereka lakukan menunjukkan bahwa mereka yang secara rutin tidur 30 menit pada waktu siang hari mempunyai risiko mengidap penyakit jantung 30% lebih rendah jika dibandingkan yang tidak mempunyai kebiasaan tersebut.
Secara psikis orang akan mudah marah ketika kondisi fisik melemah dan capek dan juga hasil kinerja akan menurun, pekerjaan tidak beres-beres, mudah keliru karena kondisi fisik yang melemah karena capek. Hal tersebut jika tetap diterus-teruskan akan terjadi stres pikiran, dari stres pikiran darinya bisa menjadi penyebab timbulnya berbagai jenis penyakit berbahaya.

Benarkah tidur di waktu istirahat siang dapat meningkatkan kualitas hidup kita ?
Ketahui bahwa istirahat singkat ini ternyata menjadikan tubuh menjadi seimbang dengannya kemampuan tubuh secara aktif mempertahankan keadaan statis / konstan dalam tubuh. Istirahat dan tidur mengembalikan fungsi seluruh sel dalam tubuh yang lemah, seperti aliran darah, aliran getah bening, sistem syaraf dan sekresi internal agar kembali normal.
Menurut teori Dr.Hiromi sinya, MD. saat dalam keadaan terbangun dan aktif, manusia menggunakan semakin banyak enzim. Oleh karena itu, jika kita istirahat dalam posisi relaks, berbagai fungsi tubuh juga beristirahat ketika itu enzim yang tidak digunakan untuk beraktivitas maupun bergerak. Enzim-enzimpun bebas untuk bekerja di area-area yang kelelahan untuk membantu mengisi tenaga dan mengembalikan homeostasis. Sehingga hal ini membuat otak menjadi lebih kreatif, saat kita berada pada kondisi rileks dan nyaman. Maka apabila pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi, maka akan sangat membantu.
Jadi benar sekali dapat meningkatkan kualitas hidup kita karena dengan tidur siang tubuh akan menjadi segar kembali, dengan tubuh yang segar maka fisik dan pikiran telah siap digunakan untuk bekerja kembali, dengan kesiapan fisik dan pikiran seseorang akan lebih produktif, bekerja teliti dan menghasilkan pekerjaan yang bagus.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk tidur di siang hari?
Dr. James Maas, pakar tidur dari Cornell University menyimpulkan, tidur siang selama 15-20 menit sudah cukup untuk mengembalikan tenaga dan menjaga kesehatan. Seorang peneliti yang lain, Donald Greely, berpendapat tidur siang adalah bermanfaat selama ia tidak melebihi 1 jam
Dengan demikian jelaslah tidur siang yang sering terlewatkan oleh kita ternyata menyimpan se-gudang manfaat untuk diri sendiri, pekerjaan kita dan orang-orang di sekitar kita. Jika kita memiliki cita-cita untuk menjadi sukses, disukai, dicintai, dan bermanfaat terhadap yang lain hendaknya memperhatikan hal ini sebagai salah satu jalan dan pendukungnya yang tak boleh dilupakan.
Yang kita ketahui tentang rahasia tidur siang ini hanya sedikit saja, Yang tak kalah berharganya tentang hal ini adalah diperintahkan dalam agama melalui sang Makhluk berbudi luhur Nabi Muhammad SAW. dengan demikian jika melakukannya dengan niat ibadah dan ikhlas karena Allah maka akan mendapatkan pahala.